Dispenda Medan Respon Laporan Masyarakat

MEDAN | DikoNews7 -

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan memiliki tanggung jawab dalam bidang Penerimaan Pendapatan Daerah dan berupaya terus menggali potensi penerimaan yang sumbernya dari masyarakat, Selasa 23/2/2016. 

Kota Medan memiliki banyak potensi yang masih perlu digali untuk menunjang penerimaan dari sektor pajak daerah seperti ; Pajak Restoran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),  dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).  

Ketika awak media DN7 melakukan konfirmasi atas pemberitaan yang berkaitan dengan adanya Dugaan Permainan  Pajak di Perumahan Katamso Point, langsung diarahkan ke bagian Penyuluhan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang pajak daerah yang dalam hal ini BPHTB (Bea Perolehan  Hak atas Tanah dan Bangunan).

“Kami sangat senang dengan adanya konfirmasi dan Informasi yang disampaikan kepada kami, karena dengan data dan informasi itu kami dapat mengambil langkah - langkah yang konkrit untuk meningkatkan Penerimaan Negara. Banyak orang yang salah menghitung pajaknya karena  kurangnya informasi“, ucap Sofyan Nasution.

Dibagian Penyuluhan tersebut diberikan juga informasi  bagaimana cara menghitung BPHTB; Untuk transaksi Peralihan Hak atas Tanah dan /atau bangunan dikenakan tarip 5% dari NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) atau Harga Transaksi  yang sebenarnya (mana yang lebih besar), setelah dikurangi Rp 60 Jt.    

Jika dilihat dari informasi atas perumahan Katamso Point yang memberikan gambaran bahwa BPHTB sebesar Rp.6  jt. Dan  harga yang tertera dalam daftar harga  sebesar Rp.533 Jt, terdapat subsidi Rp.60 Jt. 

Maka dapat dihitung sbb: 5 %  dari ( Rp 473 Jt – Rp 60 Jt ) = Rp 20,650.000,-. BPHTB yang seharusnya dibayarkan atas 1(satu) unit rumah.  Jadi terdapat selisih perhitungan sebesar  +/-  Rp.14 Jt.

“Kita akan telusuri data dan informasi  ini dan pasti di cek ke lapangan“, kata Sofyan  Nasution.  Kalau ada lagi tolong di informasikan kepada kami, tambahnya. (Han /GSM)


0 Response to "Dispenda Medan Respon Laporan Masyarakat"

Post a Comment